Jumat, 03 April 2026

John Herdman disebut beri timnas Indonesia gaya bermain baru

 Penyerang tim nasional Indonesia era 1980-an Bambang Nurdiansyah, akrab disapa Banur, mengatakan pelatih John Herdman memberikan skuad Garuda gaya bermain baru.

"Dalam waktu yang singkat, dia memberikan bentuk baru untuk cara bermain timnas. Sejauh ini bagus, ya," ujar Bambang di Jakarta

Menurut dia, salah satu yang paling mencolok dari timnas saat ini adalah kenyamanan dalam melakukan operan-operan pendek.

Hal tersebut membuat skuad Garuda lebih menguasai bola, seperti yang terlihat pada FIFA Series 2026 kala menang 4-0 atas St Kitts dan Nevis, Jumat (27/3) bahkan ketika takluk 0-1 dari Bulgaria di final, Senin (30/3).

Meski demikian, penyerang timnas Indonesia kala meraih emas SEA Games 1991 itu mengingatkan bahwa Herdman baru membawa skuadnya menjalani dua laga.

Menurut Bambang, masih banyak aspek yang perlu dievaluasi dari timnas Indonesia. Dia pun yakin tim kepelatihan timnas bisa menemukan kekurangan-kekurangan tersebut, sambil terus mengasah semua kelebihan.

"Kalau saya pribadi, timnas harus menambah pemain di sektor striker," tutur dia.

Pria yang kini menjabat sebagai direktur teknik Persita Tangerang itu pun merasa John Herdman mempunyai kemampuan untuk membawa timnas Indonesia berkembang.

Sebagaimana pencinta sepak bola nasional lainnya, Bambang berharap skuad Garuda semakin bersinar dari hari ke hari.

"Bersama John Herdman, harapannya tentu lebih baik dari sebelumnya," kata Bambang.

John Herdman merupakan juru taktik asal Inggris yang ditunjuk menangani timnas Indonesia sejak Januari 2026.

Laga debut Herdman bersama timnas Indonesia berjalan manis setelah menaklukkan St Kitts dan Nevis 4-0.

Torehan itu lebih baik dari dua pelatih timnas sebelumnya. Debut Shin Tae-yong bersama timnas Indonesia ditandai kekalahan 2-3 dari Afghanistan pada laga persahabatan di Dubai, Mei 2021.

Sementara saat debut Patrick Kluivert pada Maret 2025, Indonesia takluk 1-5 dari Australia dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.


Gempa Sulut dan Malut, Prabowo minta prioritaskan penyelamatan warga

 Presiden Prabowo Subianto meminta pelayanan cepat dan penyelamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana bencana gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

"Sebagaimana arahan Bapak Presiden, kita harus memberikan layanan yang sangat cepat. Penyelamatan masyarakat itu prioritas yang paling utama," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam konferensi pers

Sebagaimana keterangan yang diterima, Pratikno juga menekankan pentingnya pendataan korban serta infrastruktur terdampak bencana.

Dia mengatakan informasi merupakan hal krusial dalam penanganan pascabencana agar evakuasi bisa dilakukan cepat dan bantuan didistribusikan tepat sasaran.

"Di awal-awal ini harus terus dilakukan pencarian, penyelamatan, evakuasi korban secepat-cepatnya. Memperoleh pelayanan sebaik-baiknya," ucap dia.

Selanjutnya, kata Pratikno, proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara cermat sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Dia juga mengingatkan bahwa peristiwa bencana bisa jadi momentum untuk mengedukasi masyarakat soal risiko bencana pada masa mendatang.

"Mereka (masyarakat) paham tentang gempa, paham tentang cara menyelamatkan diri," tuturnya.

Bertalian dengan itu, Pratikno meminta pemerintah daerah memastikan pembangunan yang dilakukan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.

Menurutnya, jangan sampai bangunan yang dibangun tidak memenuhi standar dan menjadi penyebab bencana.

"Jangan sampai justru pembangunan mengakibatkan banjir, jangan sampai pembangunan mengakibatkan risiko bagi masyarakat, misalnya karena struktur bangunannya tidak memenuhi standar dan seterusnya," kata Pratikno.

Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung (Sulut) terdeteksi pada kedalaman 33 kilometer.

Gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, antara lain Ternate (Malut) dengan intensitas V-VI MMI, Manado IV-V MMI, serta beberapa wilayah di Gorontalo dengan intensitas II-III MMI.

BMKG sebelumnya menetapkan status siaga tsunami di sejumlah wilayah seperti Ternate, Halmahera, dan Bitung, serta status waspada di wilayah lain di Sulawesi Utara.