Pasang Iklan Gratis

Mulai Sekarang Batasi Konsumsinya! 6 Jenis Makanan yang Dapat Memicu Pertumbuhan Sel Kanker

  Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya yang hingga kini masih menjadi penyakit yang ditakuti sebagian besar orang.

Penyakit ini muncul akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyerang berbagai organ tubuh.

Banyak faktor yang bisa memicu terjadinya kanker, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, paparan zat kimia, hingga pola makan yang kurang tepat.

Tanpa disadari, beberapa makanan yang sering kita konsumsi sehari-hari ternyata dapat memperbesar risiko tumbuhnya sel kanker, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan cara yang tidak sehat.

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk lebih bijak dalam memilih makanan dan mulai membatasi jenis-jenis makanan tertentu demi menjaga kesehatan tubuh serta mencegah munculnya risiko kanker sejak dini.

Dilansir dari laman Healthline pada Selasa (21/10), berikut merupakan 6 jenis makanan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

1. Makanan yang Terlalu Matang

Memasak makanan, khususnya daging, pada suhu yang terlalu tinggi atau hingga gosong dapat memunculkan zat berbahaya seperti heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).

Kedua zat ini terbukti dapat merusak DNA sel dan meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Proses ini umumnya terjadi saat memasak menggunakan api langsung, seperti memanggang, barbeque, atau menggoreng terlalu lama.

Selain itu, makanan bertepung seperti kentang yang dimasak terlalu matang juga bisa menghasilkan akrilamida.

Untuk menghindari risiko ini, sebaiknya hindari memasak makanan hingga berwarna terlalu cokelat atau gosong.

Gunakan metode memasak yang lebih aman, seperti merebus, memanggang dengan suhu rendah, atau memasak perlahan menggunakan slow cooker.

Dengan cara ini, cita rasa tetap terjaga dan tubuh terhindar dari paparan zat berbahaya.

2. Produk Susu

Produk susu seperti susu, keju, dan yogurt memang kaya akan kalsium dan protein, namun beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi produk susu dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada pria.

Hal ini disebabkan karena susu dapat meningkatkan kadar hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1) dalam tubuh.

Hormon ini berperan dalam pertumbuhan sel, namun jika kadarnya terlalu tinggi, dapat mendorong perkembangan sel kanker, terutama di area prostat.

Meski begitu, belum semua penelitian sepakat mengenai hubungan langsung antara konsumsi susu dan kanker, karena efeknya bisa berbeda tergantung dari jenis produk susu dan pola makan seseorang secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, bukan berarti susu harus dihindari sepenuhnya, melainkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan seimbang sebagai bagian dari pola makan yang sehat.

3. Daging Olahan

Daging olahan merupakan jenis daging yang telah melalui proses pengawetan, seperti diasap, diasinkan, dikeringkan, atau dikalengkan. Contohnya meliputi sosis, ham, dendeng, dan hot dog.

Proses pengolahan seperti ini sering kali menghasilkan zat berbahaya yang disebut karsinogen, yaitu zat yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Konsumsi daging olahan secara berlebihan terbukti dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, seperti kanker usus besar, kanker lambung, dan bahkan kanker payudara.

Karena itu, sangat disarankan untuk membatasi konsumsi daging olahan dan menggantinya dengan sumber protein yang lebih alami, seperti ikan, ayam segar, atau kacang-kacangan, agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari risiko penyakit berbahaya.

4. Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng, terutama yang berbahan dasar tepung atau pati seperti kentang goreng, keripik kentang, atau donat, dapat menghasilkan senyawa kimia bernama akrilamida ketika dimasak dengan suhu sangat tinggi.

Zat ini dapat terbentuk selama proses menggoreng, memanggang, atau membakar, dan diketahui memiliki sifat yang dapat merusak DNA sel tubuh.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa akrilamida berpotensi menyebabkan kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Selain itu, makanan yang digoreng umumnya tinggi lemak dan kalori, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Kedua kondisi tersebut dapat memicu peradangan serta stres oksidatif di dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan sel kanker.

Oleh karena itu, sebaiknya batasi makanan yang digoreng dan lebih sering memilih cara memasak yang lebih sehat, seperti merebus atau memanggang dengan sedikit minyak.

5. Gula dan Karbohidrat Olahan

Makanan yang tinggi gula dan karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, kue, pasta, atau minuman manis dapat meningkatkan risiko kanker secara tidak langsung.

Makanan jenis ini membuat kadar gula darah naik dengan cepat dan dapat menyebabkan obesitas serta diabetes tipe 2 jika dikonsumsi terlalu sering.

Kedua kondisi tersebut mendorong timbulnya peradangan dan stres oksidatif di dalam tubuh, yang merupakan pemicu utama berbagai jenis kanker.

Selain itu, kadar gula darah yang tinggi juga bisa menjadi lingkungan ideal bagi sel kanker untuk tumbuh dan berkembang.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker payudara, ovarium, dan rahim.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya mulai mengganti sumber karbohidrat olahan dengan makanan yang lebih bernutrisi seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau pasta gandum utuh yang lebih ramah bagi kesehatan tubuh.

6. Alkohol

Ketika seseorang mengonsumsi alkohol, tubuh akan memecahnya menjadi senyawa bernama asetaldehida, yang diketahui bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

Senyawa ini dapat merusak DNA dan mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih sulit untuk mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker.

Selain itu, pada wanita, alkohol dapat meningkatkan kadar hormon estrogen dalam tubuh.

Peningkatan hormon ini telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker payudara, khususnya jenis yang sensitif terhadap estrogen.

Mengonsumsi alkohol juga dapat memperburuk kondisi hati dan meningkatkan risiko kanker hati serta kerongkongan.

Oleh karena itu, menjaga batasan konsumsi alkohol atau bahkan menghindarinya sepenuhnya merupakan langkah bijak untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko terkena kanker di masa mendatang.

0 Response to "Mulai Sekarang Batasi Konsumsinya! 6 Jenis Makanan yang Dapat Memicu Pertumbuhan Sel Kanker"

Posting Komentar