Pasang Iklan Gratis

Menhan Israel umumkan invasi darat ke Lebanon

 MENTERI Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengumumkan pada Senin 16 Maret 2026 bahwa militer Israel memulai invasi darat di Lebanon, seiring dengan terus meluasnya eskalasi regional. Ini menjadi pelanggaran terbaru Israel terhadap gencatan senjata yang diteken dengan Hizbullah pada November 2024.

“IDF (tentara) telah memulai manuver darat di Lebanon untuk menghilangkan ancaman dan melindungi penduduk Galilea dan wilayah utara,” kata Katz dalam komentar yang dimuat oleh surat kabar Yedioth Ahronoth selama penilaian situasi di markas militer Kirya di Tel Aviv, seperti dikutip Anadolu.

“Ratusan ribu penduduk Lebanon selatan yang telah mengungsi dan sedang mengungsi dari rumah mereka tidak akan kembali ke rumah mereka di selatan wilayah Litani,”

Katz mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan militer untuk membongkar apa yang ia sebut sebagai “infrastruktur militan” di desa-desa Lebanon di sepanjang perbatasan.

Pasukan Israel Maju ke Barat

Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, mengatakan kepada wartawan seperti dilansir Arab News bahwa tentara berada di “lokasi baru yang tidak ditempati pasukan kami kemarin.”

Ia menggambarkan operasi darat terbaru sebagai “terbatas dan terarah,” dan menolak untuk mengatakan seberapa jauh pasukan akan maju ke Lebanon, atau apakah tentara akan mengambil posisi baru.

Militer Israel, yang telah menduduki lima posisi di Lebanon selatan sejak gencatan senjata November 2024 dengan Hizbullah, mengirimkan pasukan tambahan ke negara itu setelah Hizbullah menembakkan rentetan roket pada 2 Maret, menyeret Lebanon ke dalam perang regional yang meluas.

Hizbullah mengatakan serangannya sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran pada 28 Februari, Ayatollah Ali Khamenei, di hari pertama perang AS-Israel melawan Iran.

Israel telah menanggapi dengan kampanye pengeboman intensif di Lebanon. Lebih dari 850 orang di Lebanon telah tewas, 100 lebih diantaranya adalah anak-anak. Sementara lebih dari 800.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka, banyak di antaranya dari wilayah selatan serta dari daerah dekat ibu kota, Beirut.

Selama akhir pekan, pasukan Israel mengepung kota Khiyam di Lebanon selatan, yang terletak sekitar 6 kilometer di utara perbatasan Israel, menurut sumber keamanan Lebanon kepada Reuters.

Pasukan Israel secara efektif telah menguasai kota tersebut, dan sekarang maju ke barat menuju Sungai Litani, sebuah langkah yang dapat menyebabkan sebagian besar wilayah Lebanon selatan berada di bawah kendali Israel dan terputus dari bagian negara lainnya, kata sumber tersebut.

Dua tentara Israel telah tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan dalam kampanye saat ini. Dua pejabat Israel mengatakan pada Ahad bahwa Israel dan Lebanon diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dalam beberapa hari mendatang yang bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata yang berkelanjutan yang akan membuat Hizbullah dilucuti senjatanya.

Beirut telah mulai membentuk delegasi pekan lalu untuk pembicaraan prospektif, tetapi para pejabat Lebanon mengatakan pada akhir pekan bahwa mereka belum menerima konfirmasi bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata November 2024, Hizbullah harus mundur dari Lebanon selatan dan militer Lebanon harus mengambil alih, sebagai imbalan atas penghentian pemboman Lebanon oleh Israel.

Israel menuding Lebanon tidak pernah memenuhi bagiannya dalam kesepakatan tersebut dan terus melakukan serangan udara hampir setiap hari terhadap apa yang disebutnya sebagai posisi dan senjata Hizbullah.

Peringatan Jerman

Jerman memperingatkan kampanye darat besar-besaran Israel di Lebanon akan memperburuk situasi kemanusiaan

Jerman sangat prihatin dengan perkembangan di Lebanon, kata seorang juru bicara pemerintah di Berlin pada Senin, dan memperingatkan bahwa invasi darat besar-besaran Israel akan secara signifikan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah tegang di wilayah tersebut.

“Sekilas melihat bagian zona perang ini membuat kami prihatin karena kami melihat persiapan untuk serangan darat besar-besaran Israel, yang akan secara signifikan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah tegang di wilayah tersebut,” kata juru bicara itu.

Juru bicara itu menambahkan bahwa Jerman menyambut baik upaya untuk memulai kembali pembicaraan antara Israel dan Lebanon.

0 Response to "Menhan Israel umumkan invasi darat ke Lebanon"

Posting Komentar