Pasang Iklan Gratis

Satu warga China terluka dalam ledakan di pertambangan Myanmar

  Seorang warga negara China terluka akibat ledakan besar di dekat lokasi pertambangan di Myanmar pada Minggu (31/5), kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (1/6).

"Pada 31 Mei 2026, sebuah kecelakaan ledakan terjadi di sebuah gudang di Kota Namhkam di Negara Bagian Shan, Myanmar, yang menyebabkan banyak korban jiwa. Satu warga negara Tiongkok terluka," katanya.

Ledakan dahsyat sekitar tengah hari di kota Namhkam, negara bagian Shan, itu terjadi di satu bangunan yang disebut menjadi tempat penyimpanan bahan peledak pertambangan di timur laut Myanmar pada Minggu (31/5).

Ledakan tersebut menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 orang lainnya.

Lokasi kejadian berada sekitar tiga kilometer di selatan perbatasan China yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), kelompok bersenjata etnis dan organisasi politik yang memperjuangkan otonomi di Myanmar.

"Kami sangat berduka atas nyawa yang hilang, dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang berduka dan para korban luka," ungkap Lin Jian.

Segera setelah kecelakaan tersebut, Lin Jian mengatakan China segera memverifikasi situasi dengan pihak-pihak terkait di Myanmar dan meminta mereka untuk melakukan segala upaya untuk merawat warga negara China yang terluka.

"Warga negara China yang terluka kini telah mendapatkan perawatan medis. Kami akan mengikuti dengan saksama penyelidikan kecelakaan tersebut dan memberikan bantuan yang diperlukan dalam menangani masalah terkait setelah kecelakaan tersebut," tambah Lin Jian.

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan banyak rumah penduduk rusak akibat ledakan tersebut.

Menurut temuan awal, ledakan terjadi di tempat penyimpanan bahan peledak pertambangan.

Sejumlah media Myanmar melaporkan bahwa korban tewas dalam insiden tersebut berkisar antara 50 hingga 55 orang.

Foto dan video yang beredar di media setempat menunjukkan kepulan asap besar di lokasi kejadian. Bangunan rusak dan puing-puing terlihat berserakan di kawasan tersebut dan operasi penyelamatan pun masih berlangsung.

Petugas penyelamat menyerukan masyarakat untuk mendonorkan darah di Rumah Sakit Umum Namhkam karena situasi masih terus berkembang.

Dalam pernyataan yang diunggah di akun Telegram, TNLA mengaku menyimpan gelignit atau dinamik yang sangat eksplosif untuk digunakan di lokasi pertambangan dan penggalian.

Mereka menambahkan bahwa penyelidikan untuk mengetahui penyebab ledakan tersebut telah dimulai.


0 Response to "Satu warga China terluka dalam ledakan di pertambangan Myanmar"

Posting Komentar